Cara Menentukan Kapasitas Genset Agar Sesuai dengan Kebutuhan Mu dari Distributor Genset

Genset adalah pembangkit listrik tenaga minyak bumi yang belakangan mulai menjadi perangkat penting yang banyak digunakan oleh masyarakat. Tingginya permintaan masyarakat akan genset ini semakin melonjak seiring dengan tingginya kebutuhan masyarak akan listrik yang stabil dan tidak akan terputus meskipun sedang terjadi pemadaman listrik. Genset di pasaran memiliki berbagai tipe serta kapasitas yang bermacam-macam. Keberagaman tipe dan kapasitas ini dimaksudkan untuk menjadi pilihan bagi masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. Seperti Genset yang diperuntukan untuk rumah, cukup dengan genset dengan kapasitas 750 watt karena akan sangat boros dan membahayakan jika rumah menggunakan genset dengan kapasitas 100 Kva atau 80.000 watt yang justru akan membuat korsleting listrik karena rumah kelebihan energi. Berikut adalah cara menentukan kapasitas genset untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kamu. Tips ini diberikan oleh distributor genset yang tentunya sudah berpengalaman dalam dunia per-genset-an. Sesuai dengan penjelasan distributor genset, nilai satuan kapasitas genset adalah Kva (KiloVoltAmpere) dan KW (kilowatt). Lalu bagaimana cara menghitung kapasitas genset agar sesuai dengan kebutuhan listrik kita?
Dijelaskan oleh distributor genset bahwa 1 kVa = 800 watt. Artinya, jika sebuah genset memiliki kapasitas 8 Kva sama dengan 64.000 Watt. Selain itu, distributor genset juga menjelaskan mengenai cara menghitung pemaikaian bahan bakar. Caranya dengan menggunakan rumus KxPxt (K=0,21 (ketetapan konsumsi solar per jam), P=daya genset, T=waktu). Misalkan sebuah genset memiliki kapasitas 50 Kva dan dinyalakan selama 1 jam. Maka berapa konsumsi solarnya? Tinggal memasukan angkat tersebut ke dalam rumus yang sudah diberikan. KxPxT = 0,21x50x1 = 10,5 artinya genset dengan kapasitas 50 Kva selama 1 jam membutuhkan solar sebanyak 10,5 Liter.
Tips menghitung kapasitas genset dan juga solar dari distributor genset tersebut dapat kita terapkan sebelum membeli genset agar nantinya kita tidak salah membeli genset dan sesuai dengan kapasitas kebutuhan kita akan listrik sekaligus membantu menyiapkan jumlah bahan bakar yang akan disiapkan untuk menyalakan genset tersebut.

Panel ATS AMF dan Prinsip Kerja

Apa itu panel AMF ?
AMF atau Automatic Main Failure merupakan salah satu panel yang memiliki fungsi untuk mengontrol sistem on atau off pada mesin generator dengan otomatis. AMF ini juga merupakan sistem yang mengatasi masalah pada listrik. Apabila penyedia saluran utama listrik mengalami gangguan atau masalah. Maka, AMF sistem ini akan memindahkan beban layanan listrik secara otomatis ke saluran cadangan. Banyak sekali orang yang menggunakan sistem ini untuk upaya pencegahan padam nya listrik. Seperti, hotel, rumah sakit, bank, dan berbagai industri lainnya juga banyak menggunakan sistem ini untuk mengatisipasi masalah pada listrik yang akan menghambat aktivitas dan pekerjaan mereka yang membutuhkan dan melibatkan listrik dalam setiap kegiataannya.
Prinsip kerja AMF
Rangkaian kerja AMF ini adalah apabila saat penyedia listrik atau sumber utama listrik mengalami padam atau masalah. Maka, rangkaian panel AMF ini akan secara langsung dan otomatis untuk menyalakan genset agar bisa menyalurkan dan dapat terhubung dari listrik cadangan ke listrik utama. Begitupun, sebaliknya namun apabila listrik penyedia utama sudah kembali normal dan menyala kembali maka rangkaian panel AMF ini akan memerintahkan gensetnya untuk mati. Semua proses ini akan bekerja secara langsung atau otomatis.
Perancangan Alat
1 Perancangan dan perakitan box panel ATS dan AMF
Box panel yang digunakan miliki dimensi sekitar 40x20x60. Box panel ini berfungsi sebagai penyimpanan komponen dalam dan komponen luar panel sebagai cover dan tempat untuk peralatan interaksi dan pemantauan.
2 Pemasangan Jalur Kabel
Pemasangan jalur kabel ini diletakkan sesuai dengan tata letak kabel. Diperhatikan dari komponen yang akan dipasang baik didalam box maupun luar box
3 Pemasangan Komponen
Pemasangan komponen yang dilakukan sesuai dengan tata letak komponen yang telah dibuat didalam gambar di desain panel bagian dalam maupun bagian luar.
4 Pengkabelan
Pengkabelan ini sendiri dilakukan sesuai dengan rancangan rangkaian panel. Pengkabelan ini menggunakan kabel tipe NYAF. Kabel yang dipasang juga harus sssuai dan pas.